Skip to main content

Posts

Mengevaluasi Kelas "Blended Learning"

Pendahuluan Dalam modul-modul dan aktivitas sebelumnya, Anda sudah mempelajari dan berlatih tentang merancang dan mendisain kelas Blended Learning (BL) serta memadukan konten, interaksi, penugasan, dan asesmen dalam BL. Jika Anda sudah menyelesaikan seluruh topik dan keterampilan itu, sesuai dengan tahapan dalam proses membangun BL (Gambar 1), berarti Anda telah siap mengimplementasikan kelas BL Anda. Namun setelah implementasi, Anda perlu melakukan evaluasi (review) terhadap kelas BL yang sudah dijalankan untuk memperoleh umpan balik dalam rangka membuat perbaikan sehingga kelas BL itu dapat diimplementasikan secara lebih efektif pada periode atau semester selanjutnya. Modul ini merupakan bagian terakhir dari seluruh modul yang digunakan dalam Pelatihan Membangun Blended Learning yang diselenggarakan oleh FKIP UKI pada tanggal 20 Juli-4 Agustus 2020. Modul ini ini fokus pada aspek-aspek mendasar yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan melaksanakan evaluasi kelas BL. Secara s…
Recent posts

90% of teachers disapproved of Minister Nadiem’s plan to implement "hybrid learning" permanently. Why?

On 2-3 July 2020, various online dailies, such as Kompas,Tribun News, Kontan, and Idonews, reported the plan of the Minister of Education and Culture Nadiem Makarim to implement hybrid learning permanently after the Covid-19 pandemic. Minister Nadiem proposed the plan at a meeting with Commission X of the House of Representatives on Thursday, July 2, 2020. It was proposed based on the idea that technology use in learning provides many benefits, including the opportunities for schools to implement various learning models and to operate with various efficiency. The plan is also supported by the fact that the online learning implemented during the Covid-19 pandemic had eventually driven teachers, students, and parents to adapt and utilize technology to support learning. The result was admittedly not yet satisfactory, but it was mainly due to the lack of preparation since the plague emerged suddenly and face-to-face learning could not be done.
On Saturday, July 4th, 2020, the news about th…

90% Guru Menolak Rencana Mendikbud Mempermanenkan "Hybrid Learning". Mengapa?

Pada tanggal 2-3 Juli 2020, berbagai harian daring, seperti Kompas,Tribun News, Kontan, dan Idonews mewartakan rencana Mendikbud Nadiem Makarim untuk mempermanenkan hybrid learning (pembelajaran bauran atau blended learning) seusai pandemi Covid-19. Rencana yang diutarakan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis, 2 Juli 2020. itu didasarkan pada pemikiran bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran memberikan banyak manfaat, seperti kesempatan bagi sekolah untuk menyelenggarakan berbagai model pembelajaran dan sekaligus melakukan berbagai efisiensi. Hal itu juga didukung oleh kenyataan bahwa meskipun pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 dilakukan karena terpaksa, ternyata guru, siswa dan orangtua bisa belajar menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Hasilnya memang belum memuaskan, tapi penyebab utamanya adalah tidak adanya persiapan ketika pandemi itu datang dan pembelajaran tatap muka sama sekali tidak bisa dilakukan.
Pada hari Sabtu…

Silabus dan Protokol Kelas "Blended Learning"

Silabus Kelas BL
Hasil akhir dari aktivitas mendisain dan mengembangkan kelas BL adalah sebuah silabus, yang didefinisikan sebagai rencana pembelajaran jangka panjang pada satu atau sekelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup kebijakan, aturan, regulasi, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Dalam BL, silabus juga mencakup konten, proses dan aktivitas pembelajaran apa saja yang dilakukan secara F2FL dan secara OL.
Sebagai alat yang menjadi acuan pelaksanaan pembelajaran, silabus sangat krusial bagi guru maupun siswa. Bagi guru, silabus berperan sebagai pemandu tentang apa yang harus dilakukan dan topik apa yang harus disajikan kepada siswa dari waktu ke waktu selama satu semester. Berpedoman pada silabus, guru mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum kelas berlangsung, bagaimana mendampingi siswa selama aktivitas pembelajaran berlangsung, dan apa yang harus di…

Mendisain dan Mengembangkan Kelas "Blended Learning"

Setelah menghasilkan cetak biru mata pelajaran (lihat bagian sebelumnya di sini), tahap selanjutnya adalah mendisain kelas BL yang akan diimplementasikan. Ketika guru atau tim mendisain sebuah kelas, pada saat yang sama mereka juga mengembangkan kelas tersebut. Jadi mendisain dan mengembangkan merupakan dua aktivitas yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, meskipun dalam modul ini kadang-kadang hanya menyebutkan aktivitas mendisain (tanpa kata mengembangkan), pada saat yang sama aktivitas mengembangkan juga terikut didalamnya. 

Panduan Mendesain Kelas BL Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan dalam cetak biru, guru kemudian merumuskan sebuah panduan yang akan digunakan sebagai sebagai patokan dalam disain dan pengembangan. Panduan itu perlu mencakup informasi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut terkait dengan cetak biru kelas: (1) Untuk mencapai tujuan pembelajaran, konten, metode, dan asesmen apa yang paling sesuai diterapkan dalam F2FL maupun dalam kelas maya (LMS)? (2) Akt…