Skip to main content

Silabus dan Protokol Kelas "Blended Learning"


Image credit: https://senelyalcin.wordpress.com/2015/04/25/types-of-syllabus-design-2/
Silabus Kelas BL
Hasil akhir dari aktivitas mendisain dan mengembangkan kelas BL adalah sebuah silabus, yang didefinisikan sebagai rencana pembelajaran jangka panjang pada satu atau sekelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup kebijakan, aturan, regulasi, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Dalam BL, silabus juga mencakup konten, proses dan aktivitas pembelajaran apa saja yang dilakukan secara F2FL dan secara OL.

Sebagai alat yang menjadi acuan pelaksanaan pembelajaran, silabus sangat krusial bagi guru maupun siswa. Bagi guru, silabus berperan sebagai pemandu tentang apa yang harus dilakukan dan topik apa yang harus disajikan kepada siswa dari waktu ke waktu selama satu semester. Berpedoman pada silabus, guru mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum kelas berlangsung, bagaimana mendampingi siswa selama aktivitas pembelajaran berlangsung, dan apa yang harus ditugaskan kepada siswa pasca sesi pembelajaran. Di kelas BL, silabus mengingatkan guru tentang kapan sesi F2FL maupun OL akan berlangsung dan aktivitas apa yang dilakukan di setiap sesi.

Bagi siswa, silabus juga berperan sebagai pemandu yang memberitahukan apa yang diharapkan untuk dapat dilakukannya setelah menyelesaikan pembelajaran, topik apa saja yang harus dipelajari, bagaimana cara berinteraksi dan berkolaborasi di kelas, berapa kuis dan tes yang akan dihadapi, tugas apa saja yang harus diselesaikan, bagaimana capaian pembelajaran akan diukur, dan sebagainya. Dalam BL, silabus membantu siswa mengetahui kapan mereka harus belajar secara tatap muka dan kapan harus belajar daring, topik apa saja yang harus dipelajari di masing-masing moda pembelajaran, dan indicator apa yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa dia sudah berada di jalur yang tepat menuju keberhasilan.

Karena silabus berperan sangat penting untuk mensukseskan pembelajaran, sangat krusial bagi siswa memahaminya. Oleh karena itu, guru perlu menyerahkan silabus kepada tiap siswa di awal semester dan mendiskusikannya bersama siswa sebelum, selama, dan setelah pembelajaran dalam satu semester berlangsung. Diskusi tersebut akan membantu para siswa mengetahui apa yang dipelajari, mengapa mereka mempelajarinya, dan berapa banyak waktu yang diperlukan.

Silabus biasanya dibuat dalam format matriks atau naratif. Karena memuat banyak informasi, sebuah silabus bisa mencapai puluhan lembar. Akan tetapi banyak juga lembaga atau sekolah yang memutuskan bahwa silabus cukup memuat informasi terpenting saja, seperti tujuan, materi, langkah-langkah, dan penilaian (asesmen) pembelajaran sehingga silabut tersebut cukup hanya sepanjang satu atau dua lembar. Contoh berikut (Gambar 4) mengilustrasikan silabus kelas “Menulis Alinea”. Contoh ini dibuat dengan mengacu pada Panduan Mendisain BL (Tabel 3) di atas. Karena keterbatasan ruang (space) silabus ini dibuat sederhana, dengan mengikutsertakan informasi yang diperlukan untuk memperlihatkan perpaduan F2FL dan OL dalam kelas tersebut.

Gambar 4. Contoh Silabus Kelas BL

Protokol dan Prosedur Kelas BL
Transformasi dari pembelajaran tradisional ke BL menuntut perubahan budaya pembelajaran. Seperti terungkap dalam Tabel 1 di atas, agar efektif, BL tidak hanya memadukan lingkungan pembelajaran tatap muka dan daring sehingga guru dan siswa diwajibkan untuk mampu menggunakan teknologi tetapi juga menuntut perubahan peran siswa dan guru, perubahan pendekatan pembelajaran, dan perubahan pola penggunaan waktu yang telah dijadualkan maupun waktu di luar jadual pembelajaran. 

Sehubungan dengan itu, perlu disediakan sebuah protokol dan prosedur yang berfungsi sebagai pedoman bagi siswa ketika beradaptasi dengan metode BL dan sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas dalam rutinitas pembelajaran. Selain bermanfaat untuk siswa, protokol dan prosedur itu juga diperlukan oleh guru sebagai pengingat untuk melakukan perubahan dari peran pemberi pengetahuan yang biasanya terpaku di “mimbar” kelas menjadi fasilitator yang mengarsiteki pembelajaran, manajer yang meneliti dan menyiapkan sumber dan media pembelajaran terbaik bagi siswa, dan sebagai pembimbing yang senantiasa “berada si sisi” siswa untuk mengarahkan dan memotivasi.

Protokol dan prosedur kelas biasanya mencakup: (1) harapan atau ekspektasi kelas, (2) penjelasan tentang LMS atau teknologi yang digunakan, (3) tata-cara mempelajari konten, berinteraksi, menuliskan pesan, menyerahkan tugas, (4) hal-hal lain yang dipandang perlu terkait dengan kelas. Protokol dan prosedur bisa saja disatukan dengan silabus. Namun, agar silabus tidak menjadi sangat panjang dan kompleks, sebaiknya protokol dan prosedur dibuat terpisah. Dengan demikian, baik silabus maupun protokol dapat dibaca dengan lebih mudah oleh siswa setelah dia diunnggah ke dalam perpustakaan LMS.   Gambar 5 berikut mengilustrasikan protokol dan prosedur kelas BL.

Gambar 5. Contoh Protokol dan prosedur Kelas BL

Setelah menyelesaikan dan memiliki silabus dan protokol kelas BL, pada dasarnya guru telah siap mengimplementasikan kelas BL tersebut. Namun, karena BL merupakan perpaduan unsur-unsur (konten, proses, dan aktivitas) terbaik yang dimiliki F2FL dan OL, guru benar-benar harus memastikan bahwa unsur-unsur yang diperoleh dari dua moda pembelajaran tersebut benar-benar tertintegrasi, tidak hanya sekedar dicampur. Oleh karena itu pada modul-modul selanjutnya akan dibahas konsep-konsep yang diperlukan untuk memadukan interaksi (Modul 3), konten dantugas (Modul 4), serta asesmen (Modul 5).


Comments

  1. Penjelasan dan contoh silabus serta protokol ini mengilhami saya untuk membuat kelas daring menjadi lebih efektif. Saya jadi sadar, walaupun siswa dan siswi saya mahir menggunakan TIK, tanpa penjelasan sperti yang diuraikan dalam protokol dalam artikel ini, mereka bingung mau ngapain. karena bingung, mereka jadi terdemotivasi. Terima kasih kepada penulis artikel ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju... protokol yang sesuai dengan silabus ternyata berperan sangat penting untuk melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi. Untung saya berkesempatan membaca artikel ini. 👍👍🙏

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Flipped Classroom: Model Pembelajaran Campuran yang Efektif

Pendahuluan
Flipped classroom adalah inovasi metode pembelajaran terbaru di era dijital. Metode ini merupakan salah satu model blended learning yang begitu efektif hingga para pendidik yang sedang mempersiapkan diri melaksanakan blended learning direkomendasikan untuk menggunakannya. Penelitian mengungkapkan metode ini sangat efektif untuk mengubah siswa dari pasif menjadi menjadi aktif, dari pembelajar yang ‘ogah-ogahan’ menjadi bertanggungjawab untuk menguasai konten pembelajaran, karena metode ini mengaktivasi dan mengembangkan keterampilan berpikir siswa, baik secara mandiri maupun kolaboratif. Dengan metode ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator, pembimbing dan motivator. 

Hakikat Flipped Classroom Sesuai dengan namanya, ‘flipped’, yang bermakna ‘membalikkan pola, posisi, urutan, susunan, atau arah sesuatu, flipped classroom merupakan metode pembelajaran yang membalikkan atau mengubah pola pembelajaran tradisional. Karena kata ‘flipped’ bersinonim dengan ‘inverted’, flipped cl…

Terrorized by Coronavirus Pandemic: Do we need Superheroes?

We need superheroes because their role models motivate us to be aware that any of us is capable of becoming a superhero, and by collaborating, we can fight any disaster that threats the world.
The coronavirus hit the world by surprise and keeps on spreading like wildfire across the globe. Only in four months, it has been affecting more than 200 countries and territories around the world, infecting more than 2 million people and killed more than 140,000. To limit the number of people’s exposure to the virus to slow down its spread, some countries or zones are locked down, offices, schools, and public places are shut, and our lives are on hold. Many people are despondent because they cannot meet their beloved ones. Some others are depressed about being unable to do the routines they used to have. Some even think their freedom is robbed.

The sheer terror and horror of this fast-moving infection are intensified when we hear that the number of death it causes keeps on increasing so sharply t…

In times of Coronavirus pandemic, we can make a difference.

Practicing kindness to others not only enables us to make a difference but also makes us happier and stimulates others to perform kindness.
COVID 19 hit the world by surprise and is quickly spreading like wildfire across the globe. Up to the time this article was written, it has been infecting more than 3 million people, causing more than 200,000 deaths, and sending billions of people into the stay at home or lockdown to help 'flatten the curve' of infections. And since it is a new virus, we now have only relatively limited information about it and there is no yet vaccine or preventative treatment for it. Having limited knowledge and seeing its devastating effects, it is understandable why people are anxious and frightening. 

What can we do in such a critical moment? Should we just let our governments do everything? No! Precisely while facing a radical crisis and when survival is threatened by an insurmountable problem that we have a great opportunity to do good to make a differ…